Syalom, Damai Dihati...Salam sejahtera untuk kita semua.....
Kalimat pertama yang jadi pertanyaan sebelum kata Kenapa, mungkin istilahnya sekarang Bisakah? Atau bisa nga sih Nulis? Pada umumnya semua orang pasti tahu cara menulis, kalau tidak tahu ya cari tahu donk ^_^…(Yang pasti harus tahu yah…hohoho)
Kalau kita sejenak merenungkan mungkinkan seseorang lulus sekolah dasar, menengah atau terlebih perguruan tinggi…Kebayang nga sih? Lagi ngebayangin orang belum tahu menulis sudah lulus sekolah dasar dan masuk sekolah menengah, gimana dia bisa melewati ujian2 kenaikan kelas yah…nga mungkin banget kayanya dan tidak masuk logika juga yah guys…
Jadi itu semua tidak mungkin kan yah ? Apalagi sudah ada program pemerintah wajib Sekolah 9 tahun. Dan pada jaman tekhnologi seperti sekarang ini sangat-sangat jarang orang yang didapati belum bisa menulis. Semuanya rata-rata sudah bisa menulis, dan setelahnya bisa membaca ataupun sebaliknya, bisa baca dulu baru bisa menulis.
Saat saat ini terutama saya sendiri sangat suka membaca sebenarnya dari pada menulis. Niat membaca juga pada awalnya itu dorongan juga dari orang tua juga (tapi bukan didorong beneran gitu kan jatuh deh…^_^), karena saya pada saat sekolah dasar, lumayan sering dibelikan oleh ayah majalah anak-anak BOBO atau cerita-cerita kalau dikami sebagai pemeluk agama Kristen, ada buku yang bergambar tuh yang bercerita tentang Tuhan Yesus Kristus dan Nabi-nabi seperti, Abraham, Ishak, Yakub, Daniel, Elia, juga Raja Saul, Daud, Salomo, dan lain-lain, sampai remaja dan dewasa keinginan membaca tidak dapat terbendung kalau kayak ember diisi air, airnya udah meluap dan tumpah2 deh ^_^, sehingga kadang membaca sampai tidak mengenal waktu apabila sudah membaca buku, sangat ingin buku tersebut bisa segera selesai ceritanya, alhasil jadi begadang tuh (contoh yang tidak baik dan tidak usah ditiru yah guys).
Dan disaat membaca tersebut sering terlintas dipikiran, wew ini orang kok bisa yah menulis seperti ini, sampai menyentuh banget kata-katanya, rasanya kok kayak kita juga mengalaminya yah, sampai kadang ikut merasa terharu dan meneteskan airmata padahal buku tersebut tidak memakai gambar. Kok bisa ya orang ini nulisnya bagus gini, belajar dimana ya dianya, trus kata-katanya kok uda bagus banget yah. Nga heran bukunya jadi laris banget, karena ceritanya aja udah bagus banget apalagi tulisannya wew keren deh. Kapan yah kira-kira saya juga seperti dia paling nga bisa minimal menerbitkan buku dan harapannya bisa bestseller atau lebih.
Saya pada dasarnya menyukai cerita roman atau sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dan pengetahuan lainnya. Apa lagi dijaman sekarang ini, sesuatu apa yang tidak bisa kita ketahui bila mempunyai smartfone, semuanya ada dismartfone bila kita memiliki kuota internet kan? Mulai dari orang yang tidak tahu masak, cuma cari di tempatnya mbah google aja jadi bisa masak, sakit yang kita tidak ketahui tinggal cari gejala-gejalanya atau penyebab sampai pengobatan dengan herbal atau medis, semua ada. Bahkan tinggal memilih cara mana yang kita inginkan, kita tinggal menyediakan smartfone, juga kuota, kalau sudah tidak ada kuota bisa mencari gratisan wifi yang sekarang sudah banyak tersedia, dari kelurahan sampai dimall.
Menulis pada umumnya kira-kira lebih banyak diminati oleh siapa yah?
Menurut data yang ada pada saya, biasanya didominasi oleh kaum perempuan sesuai data di KMO 4B Grup 3 yang terdapat 68% (15 orang perempuan) dan 32% (7 orang laki-laki), dan mempunyai berbagai macam profesi mulai dari 36% guru , 18% mahasiswa, 13% karyawan, 5% pelajar dan 28% lain-lain. Dan dari segi usia 22% < 20 thn, 67% 21-40 thn, 11% <40 thn.
Tetapi melihat dari data tadi bisa disimpulkan juga bahwa menulis tidak melihat jenis kelamin, segi usia paling muda, atau sudah senior, atau pun segi profesi, semuanya bermula dari keinginan dan harapan seseorang maka hal apapun itu bila berkeinginan kuat yang disertai doa dan harapan serta niat dan usaha maka itu bisa terpenuhi.Amin
Sedikit tentang KMO (Kelas Menulis Online), ini tentang kumpulan penulis Online yang difounder langsung oleh Pak Tendi Murti (untuk lebihnya bisa liat aja difb beliau Tendi Murti/Tendi Murti II atau fanspage Tendi Murti, sedikit promosi hehehe) dan juga founder2 lainnya Ibu Rina dan Teh Erna, juga ada PJ kami yang di KMO 4B grup 3 yaitu Bpk. Anhar dan PJ (Penanggung Jawab) yang lain di Grup 1 & 2.
Melihat dari segi kenapa saya harus menulis, sebenarnya kemarin pada tanggal 10 Nopember 2015 jam 20.00wib setelah menerima materi dari pak Tendi Murti, saya diberikan ketenangan didalam diri, dimana biasanya suasana buat sekitar kita itu menjadi tenang saat ini susah yah, semuanya seperti dikejar atau diburu-buru waktu, juga perasaan lebih percaya pada diri sendiri dan sedikit terharu, yah kira-kira kalau lebih lama sedikit bisa sampai meneteskan airmata, sangking terharunya.
Dan terlebih lagi perasaan lebih merasa mempunyai tanggung jawab kepada bangsa dan Negara yang, keadaaan sekitar , terutama kepada keluarga dan terlebih khusus kepada Tuhan sang Pencipta Langit dan Bumi dan segala isinya.
Kenapa juga harus seperti itu dan baru sekarang? Melihat dari segala aspek, terutama dari segi kesempatan, sepertinya pada saat inilah saya harus menulis, kata salah seorang motivator, kalau memulai sesuatu ya harus dari sekarang, dan itu benar. Karena bila kita tunda-tunda, kapan lagi kesempatan yang ada, apalagi di kelas KMO, ternyata bisa masuk saat ini saja, itu merupakan factor keuntungan karena begitu banyak yang saya liat dif b para founder KMO, banyak yang tidak bisa ikut KMO 4 ini, berbagai pengalaman tentang kata2 bertindak saat ini juga, memang pada saat saya melihat informasi ada kelas KMO dibuka untuk pemula, saya tidak terlalu mempertimbangkan banyak hal langsung sms, padahal saya tidak terlalu mengerti maksudnya KMO itu apa dan bagaimana, tapi karena diberitahukan bahwa ini kelas menulis gratis dan waktu yang fleksibel, saya langsung saja mengirimkan sms, alhasil, kata2 tersebut terbukti dan saya bisa mendapat kehormatan masuk di KMO 4. Horay……pada waktu itu sangat senang bisa masuk di KMO dan bertambah semangat tiap hari untuk bisa mengikut kelas yang dipenuhi oleh bermacam2 profesi yang ternyata hebat2…wew….
Perasaan tenang dan percaya diri ternyata sangat penting dalam hal menulis, dan lagi2 semua hal tersebut memang harus dimulai dengan doa, itu semua selalu melancarkan hal2 yang kita inginkan dan kadang hasilnya lebih dari harapan kita. 5 Hal Juga Yang Harus dimiliki dalam Mulai Menulis :
1. Doa
Pada awalnya semua hal harus kita mulai dengan doa, sebagai pemeluk apapun itu dengan cara kita masing2 saya yakin kita akan mendoakan segala hal yang kita lakukan dengan kebaikan, karena saya mengimani sesuatu yang diawali dengan doa, semuanya pasti dilancarkan, diberikan perlindungan, oleh Tuhan Pencipta Langit dan Bumi
2. Waktu
Hal ini sesuatu yang harus kita sediakan, apapun alas an, apabila kita menfokuskan sesuatu, maka tidak alas an bagi kita untuk mengatakan tidak ada waktu, terutama untuk menulis, seperti kata Pak Tendi kemarin, Soekarno saja bisa menulis begitu banyak buku, Buya Hamka, dan masih banyak lagi contoh yang lain, yang kalau pikir, mereka saja orang yang sangat sibuk bisa menghasilkan buku, masa kita tidak bisa…ayo kamu pasti bisa…..amin
3. Situasi dan Kondisi
Dalam segala hal apapun saya berpikir, apalagi disaat sekarang ini, era teknologi dimana ada beberapa tempat kadang membuat kita terhenti, entah itu macet, atau mengantri, paling nga ada situasi dan kondisi dimana kita sebenarnya bisa melihat peluang untuk bisa menulis, kadang saya juga tidak terpikirkan, saat itu bisa dipakai untuk menulis.
4. Kesempatan
Saya rasa semua orang mempunyai kesempatan yang sama, tidak mengenal siapapun, dari golongan, kasta, ras, social, semua bisa menulis apabila ada kesempatan, karena itu pergunakan segala kesempatan yang ada sekecil apapun itu kadang kita tidak mengetahui sesuatu yang kecil itu suatu saat bisa menjadi sesuatu yang besar, yang pada akhirnya kita sesali dikemudian hari
5. Sarana
Hal ini sangat menunjang kegiatan kita untuk menulis, paling nga dihp, yang bukan smarfone juga bisa dikonsep hp yang biasa, apabila kita merasa merepotkan membawa pulpen dan buku atau kertas. Dimulai dari hal kecil semua bisa bila kita memang berniat dengan sungguh2 dan berusaha untuk Tidak MANJA kata Pak Tendi.
Melihat dan memahami semua hal diatas, dapat pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis kiranya dapat terjawab dan lebih singkatya sih, Ingin membagi berkat untuk sesama, karena merasa diberikan berkat yang sangat banyak dibandingkan orang lain, terutama fisik yang sehat dan lengkap, yang dijaman sekarang ini dapat kita lihat sendiri, bila dilihat dari segi negative, katanya jaman susah, tapi kalau kita sendiri melihatnya dari segi posotif, jaman ini adalah jaman yang banyak peluang dan kesempatan, tinggal bagaimana cara kira saja yang memandangnya.
“Menjadi berkat dan memberkati orang lain dengan tulisan, Amin”
Jawaban atas pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis?... Terima kasih sudah membaca tulisan saya…Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar