I. Dimana letak ibukota Sulawesi Utara?
- Letak Geografis
Manado adalah ibukota dari provinsi Sulawesi Utara, yang letaknya berada di tepi pantai Laut Sulawesi tepatnya di Teluk Manado dengan posisi geografis 124°40’ - 124°50’ BT dan 1°30’ – 1°40’ LU. Kota Manado memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata 24° - 27°C. Luas daratannya adalah 15.726 hektar dengan garis pantai 18.7 km, secara administratif berbatasan dengan:
Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara
Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Minahasa
Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Minahasa Utara dan Kabupaten Minahasa
Sebelah Barat berbatasan dengan Laut Sulawesi.
- Tentang Manado
Provinsi Sulawesi Utara ternyata berada di ujung utara Pulau Sulawesi dengan Ibu kota Manado. Provinsi ini di sebelah selatan berbatasan dengan provinsi Gorontalo yang merupakan hasil pemekaran wilayah dari provinsi Sulawesi Utara. Sementara kepulauan Sangihe dan Talaud merupakan bagian utara dari provinsi ini dan berbatasan dengan Davao di negara Filipina.
Semboyan: "Si Tou Timou Tumou Tou" dari Bahasa Minahasa, dengan pengertiannya yaitu Manusia hidup untuk menghidupi/mendidik/menjadi berkat orang lain. Amin
Karena kota Manado letaknya berada di Tanah Minahasa, maka penduduk asli dan mayoritas adalah suku Minahasa diikuti oleh suku Sangir dan Talaud (termasuk Siau), Gorontalo, Mongondow, Cina Manado serta Jawa dan Batak sebagai suku pendatang dari luar Sulawesi Utara. Dan dengan persentase Kristen Protestan 62.10% diikuti Islam 31.30% dan Katolik 5.02% dan sedikit Budha dan Hindu.
Keunikan Manado tidak berhenti disitu saja, Bahasa juga membuat Manado Unik, bahasa yang digunakan di Manado adalah bahasa Melayu Manado yang menyerupai bahasa Indonesia tetapi memiliki dialek yang berbeda dan bercampur dengan berbagai suku kata dari bahasa Belanda, Portugis, Jepang dan Cina. Menurut data BPS tahun 2010 penggunaan bahasa daerah sehari-hari di Manado (Sulawesi Utara) mencapai 99.1%,
Dikutip dari situs resmi pemerintah Kota Manado yang beralamat di manadokota.go.id nama Kota Manado menurut legenda yang diceritakan berasal dari bahasa Etnik Toutemboan Minahasa yaitu “Manarow” yang artinya “Pergi ke Negeri Jauh”. Jikalau seseorang Suku Minahasa asli hendak bepergian ke Manado, maka tetangganya akan menyapanya dalam bahasa daerahnya, “Mange-an isako..??” (Mau kemana engkau..??), maka dia akan menjawab, “Mange-an Manarow atau mau pergi ke tempat negeri yang Jauh”. Dalam versi Bahasa Sangir Tua disebut Mararau; Marau yang artinya Jauh.
Dan Kata “Manarow” itu sendiri merujuk pada sebuah Pulau yaitu Pulau Manado Tua, dimana penghuni Pulau Manado Tua ini adalah Orang-orang dari Etnis Sangir Tua yaitu Etnis Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu. Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu itu berasal dari bahasa Sangir Tua yaitu “Bowong artinya Atas dan Kehu artinya Hutan.. jadi Wowontehu/ Bowontehu/ Bobentehu adalah sebuah Kerajaan yang terletak diatas Hutan yang Rajanya disebut Kulano.
Nama lain yang lebih tua untuk Kota Manado adalah “Wenang/Benang”.. Wenang atau Benang itu sendiri adalah dalam versi Bahasa Sangir Tua adalah “Gahenang/Mahenang”, artinya api yang menyala/ bercahaya/ bersinar (suluh, obor, api unggun). Pohon yang banyak tumbuh di pesisir Manado ini, kayunya sangat berguna sebagai bahan penyamak jala nelayan agar tidak lekas lapuk oleh air laut. yakni Macaranga Hispida yang pada masa itu menurut kisah banyak tumbuh atau biasa disebut Pohon Bahu yang bisa kita jumpai disepanjang Pantai di Bahu Malalayang sampai di Kalasey.
Selain itu nama lokasi ini pernah disebut sebagai Mandolang atau lengkapnya Mandolang Amian (Mandolang Utara) untuk membedakannya dengan Mandolang Talikuran (Mandolang Barat), yakni lokasi yang sekarang ini terletak di arah barat daya Kota Manado. Kata Mandolang diambil dari bahasa Tombulu tua, yakni Maodalan yang artinya kunjung-mengunjungi. Berhubung tempat tersebut sering di kunjungi oleh para pelaut dari luar Minahasa yang datang untuk mengadakan hubungan dagang berupa tukar-menukar barang dengan orang Minahasa waktu itu.
Tempat tersebut dimasa lalu juga disebut sebagai Tumpuhan Wenang atau Labuan Wenang. Sebutan pertama berkaitan erat dengan lokasi tempat berdagang orang-orang Minahasa dari pedalaman dengan orang-orang luar. Sedangkan Labuan Wenang dimaksudkan sebagai lokasi pesisiran dimana orang-orang luar Minahasa datang dan berlabuh untuk berdagang dengan orang Minahasa.
Mengingat eratnya penamaan lokasi diatas dengan urusan perdagangan, maka dapatlah dikatakan bahwa nama Manado mulai dikenal dunia luar sejalan dengan ramainya kegiatan perdagangan saat itu. Bersamaan dengan itu pula masuklah pengaruh bahasa Melayu yang dibawah oleh pedagang nusantara. Bahasa itu sering digunakan dan disebut bahasa Melayu Pasar yang sekarang ini telah berkembang menjadi bahasa Melayu Manado.
Menurut riwayat perkembangan sejarah Indonesia, Kota Manado telah dikenal dan didatangi oleh orang-orang dari luar negeri sejak abad ke – 16. Akan tetapi momentum yang lebih banyak memiliki kesan-kesan historis dalam dokumen negara, yakni pada abad ke – 17 khususnya di tahun 1623.
Sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Manado merupakan pusat pemerintahan dari wilayah Keresidenan Manado yang pada waktu itu meliputi pulau Miangas (pulau paling utara dari Sulawesi Utara) sampai ke Kolonedale di Sulawesi Tengah.
Oleh karena pengaruh situasi politik dan struktur pemerintahan, maka status Kota Manado dari masa ke masa mengalami perubahan-perubahan, mulai dari status Gemeente Manado hingga berstatus daerah Kota Manado. (Editor : Rafans Manado – Sumber, Pemkot Manado dan Wikipedia serta data BPS SULUT)
Makanan Khas
Makanan khas Sulawesi Utara yang paling populer adalah Tinutuan atau Midal (bubur Manado). Di daerah Minahasa terdapat makanan khas yang jarang ditemui di daerah lainnya di Indonesia, seperti rintek wuuk (biasa disebut RW) atau daging anjing, daging ular, daging babi dan paniki (daging kelelawar). Makanan khas lainnya seperti woku blanga dan cakalang fufu sering ditemui di daerah pesisir.
Manado memang unik, dimulai dari letaknya yang dikelilingi oleh perbukitan dan berada di pesisir pantai sehingga menurut saya mengingatkan kota Nice yang berada di bagian selatan Prancis. Manado juta memiliki Taman Laut Bunaken yang sangat terkenal di kalangan divers se-Indonesia bahkan di dunia.
Manado juga menjadi alternative bagi wisatawan kuliner, tentunya yang paling dicari adalah bubur Manado atau sehari-hari dikenal dengan nama Tinutuan, apalagi kalau disajikan dengan Milu Rebus, Perkedel Nike, Cakalang Fufu dan dabu-dabu Roa. Ada juga berbagai makanan khas lainnya yang tidak kalah enak seperti ikan bakar dan woku (Bobara, Goropa, Baronang, dll) yang restorannya berjejer di pinggiran pantai Manado juga makanan khas Minahasa seperti RW, Paniki, Pangi, Tinoransak dan Ayam bulu yang bisa ditemui di restoran Minahasa sepanjang jalan Manado – Minahasa.
Bagi para pencinta kue yang menjadi idola adalah Klaper Tart, Nasi Jaha, Balapis, Cucur, Dodol Minahasa dan Apang serta masih banyak lagi … untuk snack di pagi dan sore hari warga Manado biasa mengemil pisang goreng yang banyak dijual di pinggir jalan bahkan di restoran – restoran besar. Juga ada berbagai cemilan lainnya seperti gohu dan es kacang susu.
Orang Manado sangat menyukai makanan yang pedas yang ngetren disebut dabu-dabu dan rica-rica. Sehingga kalau tidak ada rica-rica sangat sulit bagi orang Manado untuk menikmati makanannya.
Itulah Letak geografis dan Sesuatu tentang Kota Manado, sebuah kota yang dikenal dengan kerukunan antar umat beragama dan merupakan ibukota Provinsi Sulawesi Utara.
http://www.ernawatililys.com/
Sabtu, 21 November 2015
Jumat, 13 November 2015
Kenapa Saya Harus Menulis ? (Tugas 2 KMO 4B)
Syalom, Damai Dihati...Salam sejahtera untuk kita semua.....
Kalimat pertama yang jadi pertanyaan sebelum kata Kenapa, mungkin istilahnya sekarang Bisakah? Atau bisa nga sih Nulis? Pada umumnya semua orang pasti tahu cara menulis, kalau tidak tahu ya cari tahu donk ^_^…(Yang pasti harus tahu yah…hohoho)
Kalau kita sejenak merenungkan mungkinkan seseorang lulus sekolah dasar, menengah atau terlebih perguruan tinggi…Kebayang nga sih? Lagi ngebayangin orang belum tahu menulis sudah lulus sekolah dasar dan masuk sekolah menengah, gimana dia bisa melewati ujian2 kenaikan kelas yah…nga mungkin banget kayanya dan tidak masuk logika juga yah guys…
Jadi itu semua tidak mungkin kan yah ? Apalagi sudah ada program pemerintah wajib Sekolah 9 tahun. Dan pada jaman tekhnologi seperti sekarang ini sangat-sangat jarang orang yang didapati belum bisa menulis. Semuanya rata-rata sudah bisa menulis, dan setelahnya bisa membaca ataupun sebaliknya, bisa baca dulu baru bisa menulis.
Saat saat ini terutama saya sendiri sangat suka membaca sebenarnya dari pada menulis. Niat membaca juga pada awalnya itu dorongan juga dari orang tua juga (tapi bukan didorong beneran gitu kan jatuh deh…^_^), karena saya pada saat sekolah dasar, lumayan sering dibelikan oleh ayah majalah anak-anak BOBO atau cerita-cerita kalau dikami sebagai pemeluk agama Kristen, ada buku yang bergambar tuh yang bercerita tentang Tuhan Yesus Kristus dan Nabi-nabi seperti, Abraham, Ishak, Yakub, Daniel, Elia, juga Raja Saul, Daud, Salomo, dan lain-lain, sampai remaja dan dewasa keinginan membaca tidak dapat terbendung kalau kayak ember diisi air, airnya udah meluap dan tumpah2 deh ^_^, sehingga kadang membaca sampai tidak mengenal waktu apabila sudah membaca buku, sangat ingin buku tersebut bisa segera selesai ceritanya, alhasil jadi begadang tuh (contoh yang tidak baik dan tidak usah ditiru yah guys).
Dan disaat membaca tersebut sering terlintas dipikiran, wew ini orang kok bisa yah menulis seperti ini, sampai menyentuh banget kata-katanya, rasanya kok kayak kita juga mengalaminya yah, sampai kadang ikut merasa terharu dan meneteskan airmata padahal buku tersebut tidak memakai gambar. Kok bisa ya orang ini nulisnya bagus gini, belajar dimana ya dianya, trus kata-katanya kok uda bagus banget yah. Nga heran bukunya jadi laris banget, karena ceritanya aja udah bagus banget apalagi tulisannya wew keren deh. Kapan yah kira-kira saya juga seperti dia paling nga bisa minimal menerbitkan buku dan harapannya bisa bestseller atau lebih.
Saya pada dasarnya menyukai cerita roman atau sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dan pengetahuan lainnya. Apa lagi dijaman sekarang ini, sesuatu apa yang tidak bisa kita ketahui bila mempunyai smartfone, semuanya ada dismartfone bila kita memiliki kuota internet kan? Mulai dari orang yang tidak tahu masak, cuma cari di tempatnya mbah google aja jadi bisa masak, sakit yang kita tidak ketahui tinggal cari gejala-gejalanya atau penyebab sampai pengobatan dengan herbal atau medis, semua ada. Bahkan tinggal memilih cara mana yang kita inginkan, kita tinggal menyediakan smartfone, juga kuota, kalau sudah tidak ada kuota bisa mencari gratisan wifi yang sekarang sudah banyak tersedia, dari kelurahan sampai dimall.
Menulis pada umumnya kira-kira lebih banyak diminati oleh siapa yah?
Menurut data yang ada pada saya, biasanya didominasi oleh kaum perempuan sesuai data di KMO 4B Grup 3 yang terdapat 68% (15 orang perempuan) dan 32% (7 orang laki-laki), dan mempunyai berbagai macam profesi mulai dari 36% guru , 18% mahasiswa, 13% karyawan, 5% pelajar dan 28% lain-lain. Dan dari segi usia 22% < 20 thn, 67% 21-40 thn, 11% <40 thn.
Tetapi melihat dari data tadi bisa disimpulkan juga bahwa menulis tidak melihat jenis kelamin, segi usia paling muda, atau sudah senior, atau pun segi profesi, semuanya bermula dari keinginan dan harapan seseorang maka hal apapun itu bila berkeinginan kuat yang disertai doa dan harapan serta niat dan usaha maka itu bisa terpenuhi.Amin
Sedikit tentang KMO (Kelas Menulis Online), ini tentang kumpulan penulis Online yang difounder langsung oleh Pak Tendi Murti (untuk lebihnya bisa liat aja difb beliau Tendi Murti/Tendi Murti II atau fanspage Tendi Murti, sedikit promosi hehehe) dan juga founder2 lainnya Ibu Rina dan Teh Erna, juga ada PJ kami yang di KMO 4B grup 3 yaitu Bpk. Anhar dan PJ (Penanggung Jawab) yang lain di Grup 1 & 2.
Melihat dari segi kenapa saya harus menulis, sebenarnya kemarin pada tanggal 10 Nopember 2015 jam 20.00wib setelah menerima materi dari pak Tendi Murti, saya diberikan ketenangan didalam diri, dimana biasanya suasana buat sekitar kita itu menjadi tenang saat ini susah yah, semuanya seperti dikejar atau diburu-buru waktu, juga perasaan lebih percaya pada diri sendiri dan sedikit terharu, yah kira-kira kalau lebih lama sedikit bisa sampai meneteskan airmata, sangking terharunya.
Dan terlebih lagi perasaan lebih merasa mempunyai tanggung jawab kepada bangsa dan Negara yang, keadaaan sekitar , terutama kepada keluarga dan terlebih khusus kepada Tuhan sang Pencipta Langit dan Bumi dan segala isinya.
Kenapa juga harus seperti itu dan baru sekarang? Melihat dari segala aspek, terutama dari segi kesempatan, sepertinya pada saat inilah saya harus menulis, kata salah seorang motivator, kalau memulai sesuatu ya harus dari sekarang, dan itu benar. Karena bila kita tunda-tunda, kapan lagi kesempatan yang ada, apalagi di kelas KMO, ternyata bisa masuk saat ini saja, itu merupakan factor keuntungan karena begitu banyak yang saya liat dif b para founder KMO, banyak yang tidak bisa ikut KMO 4 ini, berbagai pengalaman tentang kata2 bertindak saat ini juga, memang pada saat saya melihat informasi ada kelas KMO dibuka untuk pemula, saya tidak terlalu mempertimbangkan banyak hal langsung sms, padahal saya tidak terlalu mengerti maksudnya KMO itu apa dan bagaimana, tapi karena diberitahukan bahwa ini kelas menulis gratis dan waktu yang fleksibel, saya langsung saja mengirimkan sms, alhasil, kata2 tersebut terbukti dan saya bisa mendapat kehormatan masuk di KMO 4. Horay……pada waktu itu sangat senang bisa masuk di KMO dan bertambah semangat tiap hari untuk bisa mengikut kelas yang dipenuhi oleh bermacam2 profesi yang ternyata hebat2…wew….
Perasaan tenang dan percaya diri ternyata sangat penting dalam hal menulis, dan lagi2 semua hal tersebut memang harus dimulai dengan doa, itu semua selalu melancarkan hal2 yang kita inginkan dan kadang hasilnya lebih dari harapan kita. 5 Hal Juga Yang Harus dimiliki dalam Mulai Menulis :
1. Doa
Pada awalnya semua hal harus kita mulai dengan doa, sebagai pemeluk apapun itu dengan cara kita masing2 saya yakin kita akan mendoakan segala hal yang kita lakukan dengan kebaikan, karena saya mengimani sesuatu yang diawali dengan doa, semuanya pasti dilancarkan, diberikan perlindungan, oleh Tuhan Pencipta Langit dan Bumi
2. Waktu
Hal ini sesuatu yang harus kita sediakan, apapun alas an, apabila kita menfokuskan sesuatu, maka tidak alas an bagi kita untuk mengatakan tidak ada waktu, terutama untuk menulis, seperti kata Pak Tendi kemarin, Soekarno saja bisa menulis begitu banyak buku, Buya Hamka, dan masih banyak lagi contoh yang lain, yang kalau pikir, mereka saja orang yang sangat sibuk bisa menghasilkan buku, masa kita tidak bisa…ayo kamu pasti bisa…..amin
3. Situasi dan Kondisi
Dalam segala hal apapun saya berpikir, apalagi disaat sekarang ini, era teknologi dimana ada beberapa tempat kadang membuat kita terhenti, entah itu macet, atau mengantri, paling nga ada situasi dan kondisi dimana kita sebenarnya bisa melihat peluang untuk bisa menulis, kadang saya juga tidak terpikirkan, saat itu bisa dipakai untuk menulis.
4. Kesempatan
Saya rasa semua orang mempunyai kesempatan yang sama, tidak mengenal siapapun, dari golongan, kasta, ras, social, semua bisa menulis apabila ada kesempatan, karena itu pergunakan segala kesempatan yang ada sekecil apapun itu kadang kita tidak mengetahui sesuatu yang kecil itu suatu saat bisa menjadi sesuatu yang besar, yang pada akhirnya kita sesali dikemudian hari
5. Sarana
Hal ini sangat menunjang kegiatan kita untuk menulis, paling nga dihp, yang bukan smarfone juga bisa dikonsep hp yang biasa, apabila kita merasa merepotkan membawa pulpen dan buku atau kertas. Dimulai dari hal kecil semua bisa bila kita memang berniat dengan sungguh2 dan berusaha untuk Tidak MANJA kata Pak Tendi.
Melihat dan memahami semua hal diatas, dapat pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis kiranya dapat terjawab dan lebih singkatya sih, Ingin membagi berkat untuk sesama, karena merasa diberikan berkat yang sangat banyak dibandingkan orang lain, terutama fisik yang sehat dan lengkap, yang dijaman sekarang ini dapat kita lihat sendiri, bila dilihat dari segi negative, katanya jaman susah, tapi kalau kita sendiri melihatnya dari segi posotif, jaman ini adalah jaman yang banyak peluang dan kesempatan, tinggal bagaimana cara kira saja yang memandangnya.
“Menjadi berkat dan memberkati orang lain dengan tulisan, Amin”
Jawaban atas pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis?... Terima kasih sudah membaca tulisan saya…Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin
Kalimat pertama yang jadi pertanyaan sebelum kata Kenapa, mungkin istilahnya sekarang Bisakah? Atau bisa nga sih Nulis? Pada umumnya semua orang pasti tahu cara menulis, kalau tidak tahu ya cari tahu donk ^_^…(Yang pasti harus tahu yah…hohoho)
Kalau kita sejenak merenungkan mungkinkan seseorang lulus sekolah dasar, menengah atau terlebih perguruan tinggi…Kebayang nga sih? Lagi ngebayangin orang belum tahu menulis sudah lulus sekolah dasar dan masuk sekolah menengah, gimana dia bisa melewati ujian2 kenaikan kelas yah…nga mungkin banget kayanya dan tidak masuk logika juga yah guys…
Jadi itu semua tidak mungkin kan yah ? Apalagi sudah ada program pemerintah wajib Sekolah 9 tahun. Dan pada jaman tekhnologi seperti sekarang ini sangat-sangat jarang orang yang didapati belum bisa menulis. Semuanya rata-rata sudah bisa menulis, dan setelahnya bisa membaca ataupun sebaliknya, bisa baca dulu baru bisa menulis.
Saat saat ini terutama saya sendiri sangat suka membaca sebenarnya dari pada menulis. Niat membaca juga pada awalnya itu dorongan juga dari orang tua juga (tapi bukan didorong beneran gitu kan jatuh deh…^_^), karena saya pada saat sekolah dasar, lumayan sering dibelikan oleh ayah majalah anak-anak BOBO atau cerita-cerita kalau dikami sebagai pemeluk agama Kristen, ada buku yang bergambar tuh yang bercerita tentang Tuhan Yesus Kristus dan Nabi-nabi seperti, Abraham, Ishak, Yakub, Daniel, Elia, juga Raja Saul, Daud, Salomo, dan lain-lain, sampai remaja dan dewasa keinginan membaca tidak dapat terbendung kalau kayak ember diisi air, airnya udah meluap dan tumpah2 deh ^_^, sehingga kadang membaca sampai tidak mengenal waktu apabila sudah membaca buku, sangat ingin buku tersebut bisa segera selesai ceritanya, alhasil jadi begadang tuh (contoh yang tidak baik dan tidak usah ditiru yah guys).
Dan disaat membaca tersebut sering terlintas dipikiran, wew ini orang kok bisa yah menulis seperti ini, sampai menyentuh banget kata-katanya, rasanya kok kayak kita juga mengalaminya yah, sampai kadang ikut merasa terharu dan meneteskan airmata padahal buku tersebut tidak memakai gambar. Kok bisa ya orang ini nulisnya bagus gini, belajar dimana ya dianya, trus kata-katanya kok uda bagus banget yah. Nga heran bukunya jadi laris banget, karena ceritanya aja udah bagus banget apalagi tulisannya wew keren deh. Kapan yah kira-kira saya juga seperti dia paling nga bisa minimal menerbitkan buku dan harapannya bisa bestseller atau lebih.
Saya pada dasarnya menyukai cerita roman atau sesuatu yang berkaitan dengan kesehatan dan pengetahuan lainnya. Apa lagi dijaman sekarang ini, sesuatu apa yang tidak bisa kita ketahui bila mempunyai smartfone, semuanya ada dismartfone bila kita memiliki kuota internet kan? Mulai dari orang yang tidak tahu masak, cuma cari di tempatnya mbah google aja jadi bisa masak, sakit yang kita tidak ketahui tinggal cari gejala-gejalanya atau penyebab sampai pengobatan dengan herbal atau medis, semua ada. Bahkan tinggal memilih cara mana yang kita inginkan, kita tinggal menyediakan smartfone, juga kuota, kalau sudah tidak ada kuota bisa mencari gratisan wifi yang sekarang sudah banyak tersedia, dari kelurahan sampai dimall.
Menulis pada umumnya kira-kira lebih banyak diminati oleh siapa yah?
Menurut data yang ada pada saya, biasanya didominasi oleh kaum perempuan sesuai data di KMO 4B Grup 3 yang terdapat 68% (15 orang perempuan) dan 32% (7 orang laki-laki), dan mempunyai berbagai macam profesi mulai dari 36% guru , 18% mahasiswa, 13% karyawan, 5% pelajar dan 28% lain-lain. Dan dari segi usia 22% < 20 thn, 67% 21-40 thn, 11% <40 thn.
Tetapi melihat dari data tadi bisa disimpulkan juga bahwa menulis tidak melihat jenis kelamin, segi usia paling muda, atau sudah senior, atau pun segi profesi, semuanya bermula dari keinginan dan harapan seseorang maka hal apapun itu bila berkeinginan kuat yang disertai doa dan harapan serta niat dan usaha maka itu bisa terpenuhi.Amin
Sedikit tentang KMO (Kelas Menulis Online), ini tentang kumpulan penulis Online yang difounder langsung oleh Pak Tendi Murti (untuk lebihnya bisa liat aja difb beliau Tendi Murti/Tendi Murti II atau fanspage Tendi Murti, sedikit promosi hehehe) dan juga founder2 lainnya Ibu Rina dan Teh Erna, juga ada PJ kami yang di KMO 4B grup 3 yaitu Bpk. Anhar dan PJ (Penanggung Jawab) yang lain di Grup 1 & 2.
Melihat dari segi kenapa saya harus menulis, sebenarnya kemarin pada tanggal 10 Nopember 2015 jam 20.00wib setelah menerima materi dari pak Tendi Murti, saya diberikan ketenangan didalam diri, dimana biasanya suasana buat sekitar kita itu menjadi tenang saat ini susah yah, semuanya seperti dikejar atau diburu-buru waktu, juga perasaan lebih percaya pada diri sendiri dan sedikit terharu, yah kira-kira kalau lebih lama sedikit bisa sampai meneteskan airmata, sangking terharunya.
Dan terlebih lagi perasaan lebih merasa mempunyai tanggung jawab kepada bangsa dan Negara yang, keadaaan sekitar , terutama kepada keluarga dan terlebih khusus kepada Tuhan sang Pencipta Langit dan Bumi dan segala isinya.
Kenapa juga harus seperti itu dan baru sekarang? Melihat dari segala aspek, terutama dari segi kesempatan, sepertinya pada saat inilah saya harus menulis, kata salah seorang motivator, kalau memulai sesuatu ya harus dari sekarang, dan itu benar. Karena bila kita tunda-tunda, kapan lagi kesempatan yang ada, apalagi di kelas KMO, ternyata bisa masuk saat ini saja, itu merupakan factor keuntungan karena begitu banyak yang saya liat dif b para founder KMO, banyak yang tidak bisa ikut KMO 4 ini, berbagai pengalaman tentang kata2 bertindak saat ini juga, memang pada saat saya melihat informasi ada kelas KMO dibuka untuk pemula, saya tidak terlalu mempertimbangkan banyak hal langsung sms, padahal saya tidak terlalu mengerti maksudnya KMO itu apa dan bagaimana, tapi karena diberitahukan bahwa ini kelas menulis gratis dan waktu yang fleksibel, saya langsung saja mengirimkan sms, alhasil, kata2 tersebut terbukti dan saya bisa mendapat kehormatan masuk di KMO 4. Horay……pada waktu itu sangat senang bisa masuk di KMO dan bertambah semangat tiap hari untuk bisa mengikut kelas yang dipenuhi oleh bermacam2 profesi yang ternyata hebat2…wew….
Perasaan tenang dan percaya diri ternyata sangat penting dalam hal menulis, dan lagi2 semua hal tersebut memang harus dimulai dengan doa, itu semua selalu melancarkan hal2 yang kita inginkan dan kadang hasilnya lebih dari harapan kita. 5 Hal Juga Yang Harus dimiliki dalam Mulai Menulis :
1. Doa
Pada awalnya semua hal harus kita mulai dengan doa, sebagai pemeluk apapun itu dengan cara kita masing2 saya yakin kita akan mendoakan segala hal yang kita lakukan dengan kebaikan, karena saya mengimani sesuatu yang diawali dengan doa, semuanya pasti dilancarkan, diberikan perlindungan, oleh Tuhan Pencipta Langit dan Bumi
2. Waktu
Hal ini sesuatu yang harus kita sediakan, apapun alas an, apabila kita menfokuskan sesuatu, maka tidak alas an bagi kita untuk mengatakan tidak ada waktu, terutama untuk menulis, seperti kata Pak Tendi kemarin, Soekarno saja bisa menulis begitu banyak buku, Buya Hamka, dan masih banyak lagi contoh yang lain, yang kalau pikir, mereka saja orang yang sangat sibuk bisa menghasilkan buku, masa kita tidak bisa…ayo kamu pasti bisa…..amin
3. Situasi dan Kondisi
Dalam segala hal apapun saya berpikir, apalagi disaat sekarang ini, era teknologi dimana ada beberapa tempat kadang membuat kita terhenti, entah itu macet, atau mengantri, paling nga ada situasi dan kondisi dimana kita sebenarnya bisa melihat peluang untuk bisa menulis, kadang saya juga tidak terpikirkan, saat itu bisa dipakai untuk menulis.
4. Kesempatan
Saya rasa semua orang mempunyai kesempatan yang sama, tidak mengenal siapapun, dari golongan, kasta, ras, social, semua bisa menulis apabila ada kesempatan, karena itu pergunakan segala kesempatan yang ada sekecil apapun itu kadang kita tidak mengetahui sesuatu yang kecil itu suatu saat bisa menjadi sesuatu yang besar, yang pada akhirnya kita sesali dikemudian hari
5. Sarana
Hal ini sangat menunjang kegiatan kita untuk menulis, paling nga dihp, yang bukan smarfone juga bisa dikonsep hp yang biasa, apabila kita merasa merepotkan membawa pulpen dan buku atau kertas. Dimulai dari hal kecil semua bisa bila kita memang berniat dengan sungguh2 dan berusaha untuk Tidak MANJA kata Pak Tendi.
Melihat dan memahami semua hal diatas, dapat pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis kiranya dapat terjawab dan lebih singkatya sih, Ingin membagi berkat untuk sesama, karena merasa diberikan berkat yang sangat banyak dibandingkan orang lain, terutama fisik yang sehat dan lengkap, yang dijaman sekarang ini dapat kita lihat sendiri, bila dilihat dari segi negative, katanya jaman susah, tapi kalau kita sendiri melihatnya dari segi posotif, jaman ini adalah jaman yang banyak peluang dan kesempatan, tinggal bagaimana cara kira saja yang memandangnya.
“Menjadi berkat dan memberkati orang lain dengan tulisan, Amin”
Jawaban atas pertanyaan Kenapa Saya Harus Menulis?... Terima kasih sudah membaca tulisan saya…Tuhan Yesus Memberkati kita semua. Amin
Langganan:
Komentar (Atom)